Sunday, March 26, 2006 

Link Beasiswa

Advanced Studies
Alexander von Humboldt-Foundation
Alfred Friendly Press Fellowship
American - Indonesian Exchange Foundation
ASIA-HELP
Asia Pacific Leadership ProgramUniversity Amsterdam
Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales
Australian Development Scholarship
Australian Education International

BEASISWA BUNG HATTA
Beasiswa dari PT National Gobel
Beasiswa DES-DEA-PhD
Beasiswa DI PERGURUAN TINGGI
Beasiswa Fulbright
BEASISWA MIZAN 1998/1999
Beasiswa Monbusho
BEASISWA MONBUSHO
Beasiswa Panasonic untuk S1 TeknikJapan-IMF Scholarship 2002 / 2004
Beasiswa sampai SMU
Beasiswa teknikBoehringer Ingelheim Fonds

CENTRE FOR LANGUAGES
Chavening

Darmasiswa RI
Dr. Mildred Scheel Foundation for Cancer
Research

East West Center

Federal Educational Support Act (BAföG)
Ford FoundationFrom far and wide
the Melbourne scholars come
Ford Foundation International Fellowships
Program

Fritz Thyssen Foundation
Fulbright British Chevening
Fulbright Scholarship

German Academic Exchange Service
German Exchange Office for Medical
Clerkship
GE-Fund
General Electric
GMD - German National Research Centre for
Information Technology
Gottlieb Daimler and Karl Benz Foundation


Hanns-Seidel-Foundation
Hubert H. Humphrey Fellowship
Program
International University of Japan

INFO BEASISWA BAGI PELAJAR INDONESIA
Informasi Beasiswa
International Human Rights
Internship Program
Japan-IMF Fellowship Program or International Peace Scholarship
IPBSD Yogyakarta
Israeli CIC

Jan Tinbergen ScholarshipsInpex Foundation
Japan Airlines
Japan-IMF Scholarship - Advanced Studies
Jefferson Fellowship
Jerman dari Nokia
Jinnai Scholarship S-1

Kelly Elizabeth Stephens Memorial
Scholarship Fund


Monbusho

NAFSA: Association of International Educators
NEC

Otto Benecke Foundation

Panasonic
Pedagogical Exchange Service
Pemerintah Rusia
Permias Universitas Surabaya
PhD Germany
PIBPT- Lembaga Pemberi Beasiswa

Pusat Informasi Studi Di Jepang

Singapore Government
SOUTH AUSTRALIAN
Stichting Witteveen Dekker Indonesian Scholarship Foundation
Superbeasiswa
S2 & S3 ke Australia
S2 Scholarships in France (SFERE)

The ASIA (Asian Studies In Asia) Fellows
Program


U of T - Netherlands

WDISF
Web mahasiswa
Weimar Classic Foundation
Witteveen Dekker
World University Service

Yayasan Indonesia Bremen
Wesleyan FreemanYayasan Pembinaan, pengembangan SDM dan Iptek
Yayasan Sampoerna Scholarship (MBA - U.S.A)

Sunday, February 19, 2006 

Link-Link Yang berhubungan dengan Pendidikan

  • Colleges & Universities
  • ELTS Testing Indonesia
  • LIPI
  • R&D Center for IT
  • Science Education Links
  • AMIK Palangkaraya
  • Komunitas Desainer Grafis LPMBK Malang
  • CyberBrain Indonesia. BrainScape Indonesia.
  • Yayasan Pendidikan Bunda Mulia
  • Penjaskes
  • SMUnet. Portalnya Anak SMU
  • Pendidikan Teknologi Online
  • Sekolah Di Jerman Buat Orang Lugu
  • Situs Web Kimia Indonesia
  • http://groups.yahoo.com/group/cfbe/
  • Matthews Math Web
  • PKBM Harapan Mojokerto
  • Geograpi
  • Portal Pendidikan Terlengkap Berisi Informasi Tempat Belajar Formal dan Non Formal
  • Lembaga Pendidikan ESL
  • PrimaTeknika InterMulia
  • Sekolah WEB Indonesia
  • KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dan Banten
  • Budi Mulia Network
  • SMK Negeri 3 Jombang
  • SD ISLAM LAZUARDI
  • Prima Study
  • Smile Group Yogyakarta
  • Pendidikan.WS
  • SMU Negeri 2 Tanjungpinang
  • SMA NEGERI 1 CANGKRINGAN
  • Lazuardi Global Islamic School
  • Wearnes Education Center
  • Physics Journals Online
  • Forum Remote Sensing dan GIS Indonesia
  • Ganesha Operation
  • tembi.org
  • Tapol - Human Rights
  • Penyelenggara test TOEFL di Indonesia
  • Indonesia Britain Education Centre
  • Lembaga Pendidikan Perkebunan
  • Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor
  • Pandeka Mihar G=sentak
  • Filsafat Kita - Homepage pembelajaran filsafat
  • Yayasan Pendidikan AKE Harvest

  • Belajar di Australia atau Selandia Baru.
  • PPPGT/VEDC Malang
  • Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Telkom e-Learning
  • Madrasah - Net
  • ASDI ( Akademi Seni dan Desain Indonesia )
  • Pusat Penilaian Pendidikan
  • UPM UAJY "PASTI"
  • Manajemen Qur'ani
  • STIE Indonesia
  • Yayasan Pendidikan Islam Nasima
  • Pesantren Modern Misbahul Ulum
  • Lab. Komputasi Fisika UNAIR Surabaya
  • Jaringan Ilmu Pendidikan MPSS
  • Situs Pendidikan Anak Indonesia
  • SMU & SMK Prismasanjaya
  • Sekolah Lab Salatiga
  • SMU Negeri 3 Tanjungpinang
  • Tutorial Linux - Agung Purbayana
  • Komunitas Sekolah Sumatra

  • Pesantren Darunnajah
  • Widyaloka Palu
  • Ikatan Pustakawan Indonesia Cabang Bandung
  • Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan dan Alumninya
  • Pakkat University
  • Tutorial GRATIS !! Belajar Komputer Tanpa Bayar
  • Pondok Pesantren Darunnajah
  • Aptech Computer Education
  • Centre for the Betterment of Education
  • Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Jawa Barat
  • Jaringan Alumni Psikologi Indonesia
  • Quantum eCommerce College
  • Pusat Pendidikan Pelatihan Kilat Perminyakan dan Gas Bumi
  • Pendidikan Teknologi Online
  • AKAMIGAS (Akademi Minyak dan Gas) Balongan Indramayu
  • * REFORM and RIGHTS (Quick Ref.) *
  • ADL - Astomo Digital Library
  • ARVA Studio
  • TOEIC Center Indonesia
  • E-Learning untuk D3,S1,S2
  • Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
  • Banten Cerdas - Situs Jaringan Inovasi Pendidikan

  • Pemda Jember
  • Inti College Indonesia
  • STM Penerbangan Jakarta
  • Yayasan Al-Azhar Batam
  • Sampoerna Foundation

  •  

    BEASISWA MONBUKAGAKUSHO UNTUK TAHUN 2006 PROGRAM PENATARAN GURU

    Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu progran beasiswa Pemerintah Jepang ( Monbukagakusho) yang di rancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal lain lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. Program ini adalah prgram non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2006.


    Syarat-syarat:
    1. Pelamar adalah lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajarkan secara aktif di SD, SLTP ,SLTA (termasuk sekolah swasta). Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal. Semuabidang ditawarkan kecuali , Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah,Bahasa Arab, Pendidikan Agama, dan Perhotelan.
    Usia dibawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2006
    Sehat jasmani dan rohani
    Bersedia belajar bahasa jepang karena bahasa pengantar di Universitas adalah bahasa jepang.

    Fasilitas yang didapat:
    Beasiswa diberikan penuh dan tanpa ikatan dinas
    Tiket kelas ekonomi p.p (Jakarta) – Jepang.
    Bebas biaya ujian masuk, kuliah dan uang pendaftaran.
    Tunjangan kedatangan sebesar ¥25.000 diberikan pada saat tiba di Jepang.
    Tunjangan bulanan sebesar ¥175.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan)
    Setiap penerima beasiswa akan diikutsertakan dalam asuransi kesehan nasional Jepang dan program subsidi biaya kesehatan.
    Peserta di sediakan asrama yang pembayaran nya diatur sendiri oleh penerima beasiswa


    Cara Pelamaran :

    Pendaftaran dibuka pada 26 September 2005 dan ditutup pada 31 Januari 2006.
    Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swata dapat langsung menyerahkan / mengirimkan formulir yang telah di isi ke bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang denga di lampiri dokumen yang diperlukan.
    Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerja sama Luar Negeri (BKLN) Departemen Pendidikan Nasional.
    Setelah lulus ujian tulis dan wawancara peserta yang pegawai negeri harus segera disahkan oleh Sekretariat Negara RI (SEKNEG).
    Dokumen yang diperlukan (dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima) :

    Formulir
    Pasfoto (Harus ditempel pada formulir).
    Ijasah dan Transkrip nilai
    Surat Keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan di setujui mengikuti program beasiswa ini.
    Surat Rekomendasi dari atasan mengenai pribadi pelamar.


    *Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.

    Tahap Penyeleksian :

    Ujian tulis bahasa Inggris pada tanggal 15 Februari 2006
    Bagi guru bahasa Jepang, ditambah ujian tulis bahasa jepang.
    Bagi yang nilainya baik pada waktu ujian tulis akan di panggil dan bersedia untuk mengikuti wawancara di jakarta.
    Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke monbukagakusho.
    Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.


    Catatan:

    Formulir pendaftaran dapat diperoleh di :
    Bagian Pendidikan kedutaan Besar Jepang
    JL.M.H Thamrin 24 Jakarta 10350
    Telp.021 – 319 24308 Ps. 75 atau 176
    Konsulat Jendral Jepang Surabaya
    Jl.Sumatera No. 93, Surabaya
    Telp.031. -503 0008
    Konsulat Jenderal Jepang Medan
    Wisms BII lt.5, JL. Diponegoro No.18 ,Medan
    Telp.061 – 457 5193
    Konsulat Jendral Jepang Makassar
    Jl. Jend. Sudirman No. 31, Makassar
    Telp.0411 – 871 030

    2. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh dengan melakukan download dari situs (website) Kedutaan Besar Jepang http://www.id.emb-japan.go.jp/

    Wednesday, February 15, 2006 

    20% Guru SMK di Jateng Gagal Tes Kompetensi Bahasa Inggris

    Penulis: Ferdinand

    SOLO--MIOL: Sekitar 20 dari 24.955 guru SMK di Propinsi Jawa Tengah dinyatakan gagal dalam uji kompetensi oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), belum lama ini.
    "Skor mereka di bawah standar kompetensi, jadi memang masih jauh dari harapan," ujar Kepala Seksi Kajian Mutu Pendidikan LPMP Jawa Tengah, Tartib Supriyadi, di sela pelaksanaan uji kompetensi untuk guru SMP dan SMU di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (6/2).
    Tartib menambahkan, perolehan angka di bawah standar kompetensi itu diperkirakan tidak cuma terjadi pada mata pelajaran bahasa Inggris, tetapi juga lainnya, seperti bahasa Indonesia dan Matematika.
    Meskipun untuk hasil tes kedua mata pelajaran itu ia tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih dalam tahap pemeriksaan.
    "Jadi, kalau itu memang betul-betul diterapkan untuk sertifikasi profesi, Jawa Tengah masih jauh. Masih banyak guru yang kompetensinya di bawah standar. Dan ini tentunya para guru harus lebih banyak belajar," ujar dia.
    Untungnya tes kompetensi LPMP ini baru sebatas sosialiasi, sehingga para guru masih diberikan kesempatan memperbaiki kualitas diri mereka, kata Tartib lagi. (FR/OL-02).

    www.mediaindonesia.com

    Thursday, February 09, 2006 

    5.431 Guru ikuti seleksi MGMP

    ”Kompetensi guru masih sangat rendah...”

    Standar kompetensi guru di Provinsi Jateng dinilai masih sangat rendah. Pasalnya dari beberapa uji coba yang telah dilakukan hasilnya masih di bawah nilai yang diharapkan.
    Demikian disampaikan Kasi Kajian Mutu Pendidikan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng Tartib Supriyadi MPd usai membuka kegiatan seleksi instruktur Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP dan SMA se-Jateng di Auditorium UNS, Senin (6/2).”Di Jateng sendiri prosentase guru lolos mendapatkan sertifikasi masih jauh, karena ada beberapa hal yang menyebabkan minimnya nilai yang dicapai,” ujarnya kepada wartawan.Tartib menambahkan hal itu bisa dilihat dari uji kompetensi bagi guru SMK di Jateng. Rata-rata nilai TOEFL para guru di atas 600 baru sekitar 20 persen. Sisanya, lanjut Tartib, di bawah 500.”Nilai tertinggi dipegang dua sekolah swasta dan satu negeri di Wonosobo. Lainnya di bawah 500. Sehingga saat ini harus terus dilaksanakan sosialisasi kepada para guru tentang uji kompetensi tersebut,” jelas dia.Sedang untuk guru mata pelajaran Matematika, hasil uji kompetensi, hingga saat ini juga belum diketahui. Hal itu juga terjadi pada pelaksanaan uji kompetensi guru Bahasa Indonesia.”Mata pelajaran Bahasa Indonesia saat ini juga masih dikoreksi di Pusat Bahasa tentang uji kemahiran Bahasa Indonesia,” tandas dia.Menurutnya, dalam uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi, guru diberikan kesempatan tidak hanya satu kali. Hal ini dimaksudkan agar nantinya para guru bisa mendapatkan tunjangan profesi sesuai dengan amanat undang-undang (UU) Guru dan Dosen.Tartib menjelaskan dalam pelaksanaan ujian kompetensi, pihaknya juga telah melakukan uji coba terhadap guru sekolah dasar (SD) di Jateng. Tahun 2004 lalu pihaknya telah melakukan uji coba terhadap 10.500 guru dari 113.173 guru SD di Jateng. Tahun 2005 uji coba dilakukan pada 3.150 guru dan direncanakan tahun 2006 ini akan dilaksanakan pada 20.000 guru SD di Jateng.”Saat ini guru SMP di Jateng berjumlah 67.589 orang, SMA 25.895 orang, SMK 24.955, dan guru SLB sebanyak 1.137 orang,” tandas dia.Pemetaan ulangMengenai MGMP sendiri, Tartib menyatakan saat ini pihaknya juga tengah melakukan pemetaan ulang pelaksanaan MGMP. Pasalnya sejak otonomi daerah, pelaksanaan MGMP sering tidak berjalan. Sehingga, tidak ada pegangan bagi para guru dalam mengatasi permasalahan pendidikan. Dalam rangka pemetaan tersebut, menurut dia, pihak LPMP baru mengutamakan mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional (UN) yaitu Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.”Nantinya tingkat SMP dibagi menjadi dua rayon yang diikuti 30 peserta dimana tiap rayon dibagi tiga sesuai dengan mata pelajaran dan tingkat SMA dibagi satu rayon. Sehingga nanti ada tiga rayon per mata pelajaran di tiap kota/kabupaten,” jelas dia.Ditambahkan, kegiatan yang diikuti 5.431 guru se-Jateng tersebut nantinya akan diseleksi sesuai dengan mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Selanjutnya, tambah Tartib, para guru yang lolos nantinya akan mengikuti Diklat instruktur di LPMP.”Selain itu, para instruktur bisa mengajukan proposal kegiatan MGMP dan nantinya akan mendapatkan bantuan dana blockgrant,” jelas Tartib


    http://www.solopos.co.id/index2.asp?kodehalaman=h62&p=2#

    Friday, January 27, 2006 

    Kursus Reguler Angktan II Revolusi Agro

    Bertempat di Aula Utama LPMP Jateng pada tanggal 27 - 30 January 2006, berlangsung kursu reguler revolusi agro angkatan II, dalam kursus ini dihadiri sejumlah pejabat yaitu Menteri Tansmigrasi, Wakil Gubenur Jawa tengah, Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, Anggota DPRD dari berbagai daerah.

    Dalam kursus ini akhirnya di putuskan secara mufakat mengangkat Bp. Setiono, sebagai Presiden sementara revolusi agro.

    Untuk lebih jelas mengenai Revolusi Agro bisa di lihat di www.revolusiagro.blogspot.com

    Thursday, January 26, 2006 

    Diklat TIK Kabupaten Kebumen

    Tanggal 6 SD 11 Februari 2006 Di LPMP Jateng dilangsungkan diklat TIK dengan peserta dari guru TIK Se- kabupaten Kebumen, dilaksanakan atas kerja sama BKD Kabupaten Kebumen dengan LPMP Jateng,

    Materi yang di ajarkan Antara lain,
    - Operasi Dasar Dan sistem Operasi
    a. Sistem Operasi
    b. Local Area Network
    c. Perakitan Komputer
    d. Pengenalan Perangkat TIK

    - MS Office
    a. Ms Word
    b. MS Exel
    c. Ms Power Point

    - Pemamfaatan Internet dalam Memberikan Informasi

    Instruktur dari STAF ICT LPMP dan Instruktur Tingkat Nasional

    Thursday, January 19, 2006 

    Rencana Kurikulum 2006

    Rencana Kurikulum Baru Rancangan Badan Standar Nasional Pendidikan
    Jam Belajar Siswa Dikurangi Departemen Pendidikan Nasional tengah menyiapkan kurikulum baru, sebagai penyempurnaan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Salah satu poin pentingnya, jam belajar siswa akan dikurangi, terutama untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).SUDAH menjadi kodrat bagi dunia pendidikan kita. Mitos ganti menteri ganti kurikulum ternyata ada benarnya juga. Buktinya Mendiknas Bambang Sudibyo sebentar lagi juga akan meluncurkan kurikulum 2006. Rumusan kurikulum ini sedang dogodok oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), lembaga baru yang baru dibentuk April 2005. Ini merupakan pekerjaan kedua BSNP setelah mengeluarkan rekomendasi tentang penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) 2006. Penyusunan kurikulum 2006, merupakan tindak lanjut dari tugas BSNP menyusun standar isi pendidikan. Akhir tahun ini, rumusan rekomendasi kurikulum baru dan beban belajar siswa segera dikeluarkan untuk disahkan olen Mendiknas.Bambang Sudibyo menjanjikan standar isi ini tidak akan menghapus kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 2004. "Tidak akan ada perubahan kebijakan. Ini hanya standarisasi saja, agar sekolah-sekolah memiliki acuan yang lebih jelas," kata Bambang Sudibyo.Salah satu materi yang akan diusulkan oleh BSNP adalah pengurangan jam belajar siswa. Ini cukup unik. Selama berpuluh-puluh tahun, beban belajar siswa tidak mengalami perubahan. Biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran. Ketua BSNP Bambang Suhendro mengakui salah satu rekomendasi yang agak berbeda dari biasanya adalah soal jam pelajaran ini. Selama ini, jam pelajaran siswa antara 1.100 jam setahun atau 1.200 jam setahun. "Tahun ini akan dikurangi menjadi 1.000 jam setahun," kata Bambang Suhendro. Kalau biasanya, satu jam pelajaran untuk siswa SD, SMP dan SMA adalah 45 menit, maka rekomendasi BSNP ini berbeda. Untuk siswa SD, diusulkan 35 menit setiap jam pelajaran. Untuk siswa SMP, satu jam pelajarannya adalah 40 menit. Dan siswa SMA tidak berubah, tetap 45 menit setiap jam pelajaran.Total 1.000 jam pelajaran setahun ini dengan asumsi dalam setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar. Dalam seminggu tersebut, meliputi 36-38 jam pelajaran. Pengurangan jam pelajaran ini tentu saja cukup unik. Bahkan ada kesan cukup berlawanan dengan tren kegiatan belajar dan mengajar yang banyak dikembangkan saat ini. Sebut saja model full day shool yang mewajibkan siswa berada di arena sekolah dari pagi hingga sore hari. Meski siswa tak melulu berkutat pendidikan, toh jam pelajaran meraka dalam sehari bertambah banyak.Apa alasan BSNP mengeluarkan rekomendasi ini? Menurut Bambang, pakar-pakar pendidikan anak banyak mengkritik bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. Dalam usia yang masih anak-anak, mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. Suasana formal yang diciptakan sekolah, ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama, tentu akan memberikan pengaruh tersendiri pada psikologis mereka. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami. Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Meski demikian, perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Melainkan memotong sedikit, atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu.(*)

     

    Pemerintah Targetkan 50% SMU/SMK Berinternet


    Jakarta, Pemerintah menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk menerapkan teknologi komunikasi dalam penyelenggaraan pendidikan menengah. Untuk tingkat SMP akan memanfaatkan siaran televisi (TV), sementara untuk SMU dan SMK akan menggunakan internet."Tahun ini juga kita mulai. Sehingga akhir tahun atau awal tahun depan sudah bisa operasional," kata Mendiknas Bambang Sudibyo kepada wartawan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2006).Depdiknas menargetkan, saluran internet hanya akan menjangkau ke 50 persen SMU/SMK. Sementara siaran TV pendidikan akan menjangkau 100 persen SMP di seluruh Indonesia.Pasalnya, belum semua kabupaten mempunyai kemampuan untuk merawat dan mengelola infrastrutur teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT). Sementara waktu, penerapan pendidikan berbasiskan fasilitas internet di SMU dan SMK, diprioritaskan ke daerah yang punya kemampuan mengelola infrastruktur tersebut."Kita bangun ICT center di setiap daerah dan di SMK yang punya kemampuan teknis merawat dan mengelolanya. Pengadaannya kira serahkan ke masing-masing sekolah sesuai UU berlaku," tambah Bambang.Sayangnya, pemerintah belum mempunyai kiat mencegah para siswa sekolah berfasilitas internet itu nantinya hanya membuka situs-situs yang 'ajaib'. "Ya nanti kita coba kendalikannya," jawab Mendiknas sambil menghela nafas. Sementara untuk TV pendidikan, Mendiknas mengatakan sebenarnya upaya awalnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Saat ini Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekom) telah memiliki fasilitas perangkat keras dan lunak untuk menggelar siaran pendidikan. Namun, karena sifatnya bukan siaran nasional, maka sarana infrastruktur yang perlu dibangun tahun ini adalah stasiun relay sederhana di setiap kabupaten. Sehingga seluruh SMP yang ada di wilayah tersebut, bisa menjangkau siaran pendidikan dari Pustekom."Sepanjang SMP-nya punya listrik, baik lewat PLN atau genset, ia punya akses infrastruktur ke TV edukasi. Idealnya satu kelas satu pesawat TV untuk menerima pembelajaran melalui TV," jelasnya. (nks)(nks)


    http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/01/tgl/18/time/144055/idnews/521295/idkanal/331

    About me

    • I'm Lembaga Penjaminan Mutu
    • From Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
    • Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan
    My profile
    Powered by LPMP
    and Abimanyu